Pengabdian Kepada Masyarakat

WhatsApp Image 2025-07-10 at 10.51.26
Akademik

Pengabdian Kepada Masyarakat

Dengan penuh semangat dan rasa syukur, telah terlaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat pada Kamis, 10 Juli 2025 dengan tema “Pencegahan Penyakit Leptospirosis dengan Trapping Tikus di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok 1 Kabupaten Banyumas 2025“. Acara dimulai pada pagi hari dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para hadirin yang terdiri dari Bapak Kepala Desa Panembangan, Bapak Untung Waluyo, S.Pd, Tim Puskesmas Cilongok 1 yang diwakili oleh Ibu Mia Rahmania, SKM dan Ibu Hepy Tri Riskia, SKM sebagai Epidemiolog Kesesehatan, dan Ibu Endah Sapartiyani selaku bidan desa, Tim Dosen Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Semarang, serta para kader kesehatan, turut menghadiri kegiatan pada hari ini.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Febri Apwanti, SKM, M.Kes yang dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bapak Nur Utomo, SKM, M.Sc sebagai wujud harapan agar acara berjalan lancar dan penuh berkah. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan Poltekkes Kemenkes Semarang, yaitu Bapak Budi Utomo, SKM, M.Kes, sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Panembangan, Bapak Untung Sanyoto, S.Pd, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara akademisi dan masyarakat desa. Memasuki inti acara, sesi penyampaian materi diisi oleh tiga narasumber yang berkompeten. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Budi Utomo, SKM, M.Kes yang menjelaskan secara komprehensif mengenai penyakit leptospirosis, termasuk cara penularannya yang berkaitan erat dengan keberadaan tikus di lingkungan sekitar. Materi kedua dilanjutkan oleh Bapak Nur Utomo, SKM, M.Sc yang mengulas strategi pengendalian tikus secara fisik, yaitu melalui metode trapping sebagai upaya pencegahan penyebaran leptospirosis. Materi terakhir ditutup oleh Ananda Adila Rizki R, yang mengangkat topik alternatif umpan tikus menggunakan buah bintaro yang bersifat kronis bagi tikus, sebagai inovasi yang ramah lingkungan. Setelah seluruh rangkaian materi disampaikan, peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan menanyakan hal-hal yang relevan. Acara ditutup dengan penuh rasa syukur melalui pembacaan hamdalah bersama sebagai penanda berakhirnya kegiatan. Keseluruhan acara berjalan lancar, sarat ilmu, dan diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas dari ancaman leptospirosis.